Rencana dan Visi

Perencanaan tidak bisa memunculkan strategi, tetapi dapat memberikan strategi yang hidup, yang bisa memprogramnya dan bisa membuatnya beroperasi yang diperlukan untuk melaksanakan visi “

Henry Minzberg, 1994

Melaksanakan rencana dengan sukses merupakan suatu kegiatan sangat penting yang dilakukan oleh seorang pimpinan suatu perusahaan. Pelaksanaan yang sukses memerlukan pengertian seluruh elemen baik karyawan maupun pimpinan. Uraian tugas dan kewajiban dari setiap unit kegiatan untuk harus lah jelas, semuanya ditujukan untuk mencapai strategi dan tujuan perusahaan.

Kesuksesan dalam mencapai tujuan, bergantung kepada bagaimana rencana tersebut dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh unit pendukung.

Begitu rencana terbentuk, segera setelah Pimpinan menentukan strategi yang dianggap dapat mengarahkan organisasi untuk mencapai tujuan.

Rencana dalam bentuk-bentuk berikut ini dapat menjadi media utama untuk mengkomunikasikan tujuan strategis dan untuk mengontrol tujuan masing-masing individu :

a.  Anggaran ;

(1) Anggaran menentukan alikasi dana untuk mendukung kegiatan pada waktu tertentu secara berkala.                                                                                             (2) Anggaran menentukan cara untuk mengatur proyek atau program         (3) Anggaran digunakan untuk mengontrol kegiatan dengan mengatur besarnya pengeluaran.

b. Program ;

Sebuah program berisi panduan yang menampilkan :                                            (1) Tujuan yang dapat dicapai                                                                                           (2) Langkah-langkah penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan           (3) Karyawan/unit  yang akan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tiap langkah.                                                                                                                                     (4) Jadwal yang berisi perintah dan waktu pelaksanaan setiap langkah        (5) Perkiraan biaya yang dikaitkan dengan pelaksanaan tiap langkah.

c. Kebijakan;

Kebijakan adalah pedoman umum penentuan keputusan. Sebagai contoh, kebijakan membentuk batasan yang harus dituruti oleh karyawan/bagian pada saat pembuatan keputusan.                                                                                          Kebijakan memberikan panduan yang berkaitan dengan metode kepemimpinan untuk bekerja mencapai tujuan melalui mereka.                          Contoh, kebijakan digunakan untuk menggaji karyawan. Kebijak baru seperti ” Seluruh karyawan harus berpendidikan sarjana” akan mempengaruhi pimpinan dalam mengambil keputusan soal penggajian. Sementara kebijakan lama tidak mengharuskan para karyawan berpendidikan sarjana. Apabila kebijakan baru tersebut dirasa sulit untuk dilaksanakan maka kebijakan dapat dikembangkan sebagai berikut ” Seluruh karyawan harus memiliki pengalaman kerja selama 3 tahun “.

d. Standar Prosedur;

Beberapa hal yang bisa dijelaskan tentang standar prosedur :                              Standar prosedur menentukan tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh para karyawan pada situasi tertentu. Secara normal, standar prosedur lebih jelas dan rinci bila dibandingkan dengan kebijakan.                                                 Contoh, standar prosedur tenaga penjual di toko eceran. Pada saat pelanggan merasa tidak puas dengan barang yang telah dibeli dan meminta uang mereka dikembalikan, beberapa toko menjalankan standar prosedur dengan mengarahkan karyawannya untuk memberikan uang mereka kembali apabila situasi memang menuntuk seperti itu. Singkatnya , standar prosedur dapat mengarahkan para karyawan untuk :

  • meminta tanda erima dari pembeli
  • mengisi formulir yang menunjukan tanggal pembelian dan alasan penukaran.
  • memindahkan tandaterima ke formulir
  • segera menghubungi pengawas/pimpinan untuk mendapatkan persetujuan atas pengembalian uang.
  • mengambil formulir yang telah disetujui dan memberikan tanda terima ke bagian yang mengurusi pernyataan tentang pengembalian uang.
  • memperoleh uang yang dikembalikan dan meminta pembeli untuk tanda tangan diformulir pernyataan tentang pengembalian uang.
  • memberikan lembar kuning yang merupakan salinan formulir kepada pembeli, menyerahkan salinan biru ke bagian pemgembalian uang, dan menyimpan salinan putih di daftar keuangan karyawan yang telah ditentukan.
  • menyerahkan semua formulir pengembalian uang kepada supervisor pada akhir jam kerja.

Rangkaian perintah diatas merupakan contoh prosedur umum yang memndu karyawan dalam menjalankan tugas secara konsisten setiap waktu.

e. Peraturan dan Ketetapan ;

Peraturan dan ketetapan merupakan perintah yang memperbolehkan ataupun melarang tindakan tertentu.                                                                             Berikut adalah contoh peraturan dan ketetapan :

  • ” Dilarang merokok di ruangan kantor ber AC” atau,
  • ” Seluruh karyawan harus berada ditempat kerja jam 8 pagi”.

Sebagai catatan, standar prosedur yang dikembangkan menyerupai peraturan dan ketetepan,- seperti perintah bagi supervisor yang berkaitan dengan prosedur yang harus di taati – akhirnya dapat mengganggu peraturan dan ketetapan.

(ar/2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s