Izin Usaha Dicabut BPR Iswara Artha Dilikuidasi

Lantaran kondisi keuangan yang terus memburuk, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Iswara Artha akhirnya di likuidasi. Terhitung sejak hari ini, kamis (11/8) BPR yang beralamat di Jl. Raya Galam no 22 Sidoarjo tersebut tidak boleh melakukan transaksi kuangan dalam bentuk apapun.

Kepala Divisi Divisi Likuidasi Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Poltak Tobing mengemukakan, pencabutan izin Usaha PT BPR Iswatara Artha tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bank Indonesia No 13/79/KEP.GBI/2011 tanggal 11 Agustus 2011.

“Pencabutan izin usaha atau likuidasi tersebut bertujuan untuk melidungi kepentingan nasabah dan menghindari terjadinya kerugian yang lebuh besar,” kata Poltak di dampingi Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia, Soekowardojo di Gedung BI Surabaya, Kamis (11/8).

Dengan pencabutan izin usaha BPR Iswara Artha, LPS aka mengambil alih serta menjalankan segala hak dan kewenangan pemegang saham, terasuk hak dan wewenang pelaksananan Rapat Umum Pemegang Sahan (SUPS) dengan cara mengambil tindakan berupa pembubaran badan hukum PT Iswara Artha, membentuk tim likuidasi, menetapkan BPR Iswara Artha dalam staatus likuidasi serta menon aktifkan seluruh dikreksi dan komisaris BPR tersebut.

“Jadi mulai sekarang dan RUPS Jumat (12/8) besok, nama BPR Iswara Artha telah beruban menjadi BPR Iswara Artha ‘DL’ alias dalam likuidasi,” tegas Poltak.

Ditempat yang sama, Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Surabaya, Soekowardojo menambahkan, sebelum dilakukan likuidasi, BI sempat melakukan beberapa langkah penyehatan sesuai dengan pengawasan yang berlaku terhadap BPR Iswara Artha. Termasuk menetapkan BPR itu dalam status pengawasan khusus yang dilakukan sejak 28 Januari 2011.

“Saat itu, BI juga meminta para pemegang saham pengendali (PSP) Iswara Arha untuk menambah modal dan menjaga likuidasi bank.  Namun bank yang bersangkutan tidak berhasil menjalankan program penyehatan,”ujarnya.

Pada akhinya, tambah Soekowardojo, hasil pemeriksaan sebelum masa berakhirnya status bank dalam pengawasan khusus, menunjukan bahwa kondisi keuangan BPR itu dari waktu-kewaktu semakin memburuk akibat pemberian kredit yang tidak  sesuai prosedur dan prinsip kehati-hatian.

“Hal itu yang akhinya menyebebkan rasio kecukupan modal (CAR) bank terus menurun menjadi minus 846,49 persen pada akhir Juni bulan lalu,”jelasnya.

Sementara terkait dengan dilikuidasinya BPR Iswara Artha, BI menghimbau kepada seluruh nasabah yang dananya tercatat dalam PT Iswara Artha untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan memberikan kesempatan kepada Tim LPS untuk  menjalankan proses likuidasi lebih lanjut. 

Sumber : http://www.radjawarta.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s